PENGOLAHAN CITRA

TUGAS PENGOLAHAN CITRA
TANGGAL 05 OKTOBER 2012

NAMA   : ARIYANI (10100205)

KLS       : DHELPI S1

CITRA FLIP DAN CITRA ROTATION

============================================================================================

============================================================================================TUGAS PENGOLAHAN CITRA 1

TANGGAL 07 SEPTEMBER 2012

NAMA     : ARIYANI

NPM         : 10100205

KELAS     : S1 DELPHI

1. jelaskan secara jelas dan rinci pengolahan citra itu apa, minimal 2 lembar ? sebutkan contohnya!

Jawab:
Citra = gambar = image
Citra, menurut kamus Webster, adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda

Pengolahan Citra
Pengolahan citra adalah pemrosesan citra, khususnya menggunakan komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik dan sesuai dengan keinginan pemakai. Pengolahan citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau mesin (dalam hal ini komputer). Teknik-teknik pengolahan citra mentransformasikan citra ke citra yang lain. Jadi masukannya adalah citra dan keluarannya juga citra, namun citra keluaran atau hasil mempunyai kualitas lebih baik dari pada citra masukan.
Jalanya proses pengolahan citra dapat dilihat pada gambar 2.5.

Gambar 2.5 Alur Proses pengolahan citra

Terdapat beberapa operasi di dalam pengolahan citra yang dapat diklasifikasi dalam beberapa jenis,antara lain :
1. Perbaikan Kualitas Citra (Image Enhancement) Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki citra dengan cara memanipulasi parameter parameter citra. Dengan operasi ini, ciri-ciri khusus yang terdapat di dalam citra lebih ditonjolkan. Contoh-contoh perbaikan citra adalah:
a. Perbaikan kontras gelap atau terang.
b. Perbaikan tepian obyek (edge enchancement).
c. Penajaman citra (sharpening).
d. Pemberian warna semu (peseudocoloring).
e. Penipisan derau (noise filtering).
2. Pemugaran Citra (Image restoration) Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan atau meminimumkan cacat pada citra. Tujuannya hmpir sama dengan operasi perbaikan citra, bedanya pada pemugaran citra penyebab degradasi gambar diketahui.
Contoh operasinya adalah :
a. Penghilangan kesamaran (deblurring)
b. Penghilangan derau (noise)
3. Pemampatan Citra (Image Compression) Operasi ini dilakukan agar citra dapat dipresentasikan dalam bentuk yang lebih kompak sehingga memerlukan memori yang lebih sedikit. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemampatan citra adalah citra yang telah dimampatkan harus tetap mempunyai kualitas gambar yang bagus. Contoh metode pemampatan citra adalah metode JPEG.
4. Segmentasi Citra (Image Segmentation) Jenis operasi ini bertujuan untuk memecahkan suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan pola.
5. Analisa Citra (Image Analysis)Jenis operasi ini bertujuan menghitung besaran kuantitatif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya. Teknik analisa citra mengekstraksi ciri-ciri tertentu membantu dalam identifikasi obyek. Proses segmentasi terkadang diperlukan untuk mengalokasi obyek yang diinginkan dari sekelilingnya. Contoh-contoh analisa citra antara lain:
a. Pendeteksi tepi obyek (edge detection)
b. Ekstraksi batas (boundary)
c. Representasi daerah (region)
6. Rekonstruksi Citra (Image Reconstruction) Jenis operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang obyek dari beberapa citra hasil proyeksi. Opersi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam dunia medis. Misalnya beberapa foto rontgen dengan sinar X digunakan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.

Definisi Pengolahan Citra
Umumnya, operasi-operasi pengolahan citra diterapkan pada citra bila :.
1) Perbaikan atau modifikasi citra untuk meningkatkan kualitas visual atau menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung dalam citra.
2) Elemen di dalam citra perlu di kelompokkan, dicocokkan atau diukur.
3) Sebagian citra perlu di gabung dengan bagian citra yang lain.

Di dalam bidang komputer, ada 3 bidang studi yang berkaitan dengan citra, namun tujuan ketiganya berbeda, yaitu :
 Grafika Komputer (Computer Graphics)
 Pengolahan Citra (Image Processing)
 Pengenalan Pola (Pattern Recognition/image interpretation)

Computer Vision

Computer Vision mencoba meniru Human Vision
 Computer Vision = proses otomatis yang mengintegrasikan sejumlah besar proses untuk persepsi visual, seperti :
 Akuisisi citra
 Pengolahan citra
 Klasifikasi
 Pengenalan (Recognition)
 Membuat Keputusan.
 Vision = Geometry + Measurement + Interpretation

Proses-proses dalam computer vision dapat dibagi menjadi 3 aktivitas :
1) Memperoleh atau mengakuisisi citra digital
2) Melakukan teknik komputasi untuk memproses atau memodifikasi data citra (operasi-operasi pengolahan citra)
3) Menganalisis dan menginterpretasi citra dan menggunakan hasil pemrosesan untuk tujuan tertentu, misalnya mengontrol peralatan, memantau proses manufaktur, memandu robot, dll.

Aplikasi Pengolahan Citra diantaranya:
1. Bid.Perdagangan
a. Pembacaan barcode
b. Pengenalan huruf/angka pada suatu formulir secara otomatis
2. Bid.Militer
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual
b. Mengidentifikasi jenis pesawat musuh
3. Bid.Kedokteran
a. Mammografi
b. Rekontruksi foto janin hasil USG
4. Bid.Biologi
a. Pengenalan jenis kromosom melalui citra mikroskopik
5. Komunikasi Data
a. Kompresi citra yang akan ditransmisikan
6. Hiburan
a. Game
b. Kompresi Video
7. Robotika
a. Visualy-Guided autonomous navigation
8. Pemetaan
a. Klasifikasi penggunaan tanah melalui foto udara/LANDSAT
9. Geologi
a. Mengenali jenis batu-batuan melalui fotom udara/LANDSAT
10. Hukum
a. Pengenalan sidik jari
b. Pengenalan foto narapidana

Format File Bitmap (BMP)
Format citra yang baku di lingkungan sistem operasi Microsoft Windows adalah file bitmap (BMP). Pada saat ini format BMP kurang begitu populer dan mulai jarang digunakan dibanding format JPG atau GIF, karena file BMP pada umumnya tidak dimampatkan, sehingga ukuran relatif lebih besar dari pada file JPG atau GIF.
Terjemahan bebas bitmap adalah pemetaan bit. Artinya nilai intensitas piksel di dalam citra dipetakan ke sejumlah bit tertentu. Peta bit umumnya adalah 8, yang berarti setiap piksel panjangnya 8 bit. Delapan bit ini mempresentasikan nilai intensitas piksel. Dengan demikian ada sebanyak 28 =256 derajat keabuan, mulai dari 0 (00000000) sampai 255 (11111111). Setiap berkas bitmap terdiri atas header berkas, header bitmap, informasi palet dan data bitmap. Header adalah data yang terdapat pada awal bagian berkas citra.
Terdapat tiga macam citra dalam format BMP, yaitu citra biner, citra berwarna dan citra hitam-puth (grayscale). Citra biner hanya memiliki dua nilai keabuan 0 dan 1. Oleh kerena itu 1 bit telah cukup untuk mempresentasikan nilai piksel. Citra berwarna adalah citra yang lebih umum. Warna yang terlihat di dalam citra bitmap merupakan kombinasi dari tiga komponen warna, yaitu : R (Red), G (Green) dan B (Blue). Kombinasi dari tiga warna RGB tersebut menghasilkan warna yang khas untuk piksel yang bersangkutan. Pada citra 256 warna, setiap piksel memiliki panjang 8-bit, akan tetapi komponen RGBnya disimpan dalam tabel RGB yang disebut palet. Pada tabel 2.5 berikut akan memperlihatkan panjang informasi palet untuk setiap versi bitmap, masingmasing untuk citra 16 warna, 256 warna dan 16,7 juta warna. Berkas citra 24-bit tidak mempunyai palet RGB, karena langsung diuraikan ke dalam data bitmap.

Tabel 2.2 : Panjang informasi palet bitmap berwarna
Citra m warna Palet bitmap
Citra 16 warna 64 byte
Citra 256 warna 1024 byte
Citra 16,7 juta warna 0 byte

Informasi palet warna terletak sesudah header bitmap. Informasi palet warna dinyatakan dalam satu tabel RGB. Setiap entry pada tabel terdiri atas tiga buah field yaitu, R (Red), G (Green), dan B (Blue). Data bitmap diletakan sesudah informasi palet.
Format citra 8-bit dapat dilihat pada gambar 2.7. Format citra 4-bit (16 warna), hampir sama dengan format citra 8-bit. Pada citra 4-bit dan citra 8-bit, warna suatu piksel diacu dari tabel informasi palet entry ke-k (k merupakan nilai rentang 0-15 untuk citra 16 warna dan 0-155 untuk citra 256 warna). Sebagai contoh pada gambar 2.6, piksel pertama bernilai 2, warna piksel pertama ini ditentukan oleh komponen RGB pada palet warna entry ke-2, yaitu R=14, G=13 dan B=16.piksel kedua serupa dengan piksel pertama. Piksel ketiga bernilai 1, warna ditentukan oleh komponen RGB pada palet warna entry ke-1, yaitu R=20, G=45 dan B=24. Demikian seterusnya untuk piksel-piksel lainnya. Khusus untuk citra hitam-putih 8-bit, komponen R,G dan B suatu piksel bernilai sama dengan data bitmap piksel tersebut. Jadi piksel dengan nilai data bitmap 129, memiliki
nilai R=129, G=129 dan B=129.

R G B
1 20 45 24
2 14 13 16
3 12 17 1 5
… … … …
255 46 78 252 2 1 1 1 3 5…
Gambar 2.6: Format citra 8-bit (256 warna) (Munir, 2004)

 

Citra yang lebih kaya warna adalah citra 24-bit. Setiap piksel panjangnya 24-bit, karena setiap bit langsung menyatakan komponen warna merah (8-bit), komponen warna hijau (8-bit) dan komponen warna biru (8-bit). Citra 24-bit juga disebut citra 16 juta warna karena mampu menghasilkan 2􀬶􀬸 =16.777.216 kombinasi warna. Contohnya seperti pada Gambar 2.8 berikut ini, dimana piksel pertama memiliki nilai R=20, G=19 dan B=21. Piksel kedua memiliki nilai R=24, G=23 dan B=24 dan demikian seterusnya.

20 19 21 24 24 23 24

2.saudara berikan penjelasan terhadap tool-tool dibawah ini :

A. a. Rectangular Marquee Tool ( )
Rectangular Marquee Tool, digunakan untuk melakukan seleksi, dengan pola
Persegi.
b. Elliptical Marquee Tool ( )
Rectangular Marquee Tool, digunakan untuk melakukan seleksi, dengan pola
Ellips.
c. Single Row Marquee Tool ( )
Rectangular Marquee Tool, digunakan untuk melakukan seleksi, dengan pola
satu baris
d. Single Column Marquee Tool ( )

Rectangular Marquee Tool, digunakan untuk melakukan seleksi, dengan pola
satu kolom.

B. a. Lasso Tool adalah: membuat seleksi dengan tepi yang lurus maupun segmen bebas
b. Tool Polygonal Lasso: digunakan un tuk membuat seleksi segmen lurus dan bebas
c. Tehnik penggunaan tool Magnetic Lasso untuk membuat seleksi didalam image adalah didasarkan atas warna yang terdapat didalam image

C. a. eraser tool adalah untuk menghapus bagian pixel gambar,
b. background eraser tool adalah untuk menghapus background suatu gambar
c. magic eraser tool adalah untuk menghapus bagian gambar yang berwarna solid dan sejenis sehingga menjadi transparant hanya dengan 1x klik

3. Saudara sebutkan dan jelaskan beberapa format file image serta spesifikasinya!
Format file image serta spesifikasinya:
Point Photographic Experts Group (JPEG) adalah format gambar yang banyak digunakan untuk menyimpan gambar-gambar dengan ukuran lebih kecil. Beberapa karakteristik gambar JPEG:
• Memiliki ekstensi .jpg atau .jpeg.
• Mampu menayangkan warna dengan kedalaman 24-bit true color.
• Mengkompresi gambar dengan sifat lossy.
• Umumnya digunakan untuk menyimpan gambar-gambar hasil foto.
JPEG berbeda dengan MPEG (Moving Picture Experts Group) yang menyediakan kompresi untuk video
Graphics Interchange Format (GIF) merupakan salah satu format gambar yang banyak digunakan. Beberapa karakteristik format gambar GIF:
• Mampu menayangkan maksimum sebanyak 256 warna karena format GIF menggunakan 8-bit untuk setiap pixel-nya.
• Mengkompresi gambar dengan sifat lossless
• Mendukung warna transparan dan animasi sederhana
Format GIF pertama kali diperkenalkan oleh CompuServe pada 1987.
Dalam grafik komputer, gambar bitmap adalah sebuah struktur data yang mewakili susunan piksel warna yang ditampilkan pada layar monitor, kertas atau media tampilan lainnya. Secara teknis gambar bitmap digambarkan dengan lebar dan tinggi dalam piksel dan dalam angka bit per piksel. Beberapa format gambar bitmap yang sering dijumpai: GIF, JPEG, BMP dan PNG. PS atau Encapsulated Postscript adalah suatu format berkas grafik, yang dapat berisikan grafik vektor, teks ataupun bitmap. Suatu berkas EPS pada intinya adalah suatu berkas PostScript yang memenuhi pembatasan tambahan. Batasan-batasan yang dimaksud bertujuan membuat piranti lunak menjadi lebih mudah untuk melakukan embedding berkas EPS dalam suatu dokumen Postscript lain. Sebagaimana Postscript EPS pun mendukung berbagai macam modus pewarnaan, misalnya RGB, Lab, CMYK, Duplex, Warna Berindeks, dan Skala Abu-abu. Selain itu EPS juga menuruni kemampuan PostScript dalam menyajikan berbagai jenis font atau tulisan.
Sebagai syarat minimum, suatu berkas EPS berisikan komentar PostScript yaitu BoundingBox sebagai tambahan dari header PostScript, yang menjelaskan daerah persegiempat tempat grafik digambarkan. Program aplikasi dapat memanfaatkan informasi ini untuk menata letaknya dalam suatu halaman di mana berkas EPS ini akan disisipkan, bahkan bila seandainya program yang bersangkutan tidak dapat melakukan proses render di dalamnya secara langsung.
Berkas-berkas EPS ditandai dengan ekstensi berkas .eps atau .epsf, di mana yang terakhir merupakan kependekan dari Encapsulated PostScript File. Isi dari berkas EPS dituliskan dalam format teks polos sehingga merupakan suatu format yang nyaman untuk dihasilkan oleh suatu program aplikasi buatan sendiri

4. Saudara berikan penjelasan tentang panel layers dibawah ini :
a. Blending Mode : pengaturan efek pad image
b. Opacity : pengaturan contras pada tool yang sedang kita gunakan
c. Fill : memberi warna pada area canvas
d. Indicates Layer Visibility : indikasi layer
e. Link Layers : gabungan dari susunan layer
f. Add a Layer Style : menambah layer style
g. Add a Layer Mask : menambahkan layer mask
h. Fiil or Adjustments Layer : memberikan warna atau pengaturan warna pada layer
i. Create a New Group : membuat group baru pada layer yang sedang aktif
j. Create a New Layer : membuat layer baru pada lembar kerja yang sedang aktif
k. Delete Layer : menghpus layer pada lembar kerja

5.saudara sebutkan dan jelas kan tiga cara untuk menggabungkan beberapa layer !
1. Tampilkan beberapa layer yang akan digabungkan dan sembunyikan sementara layer yang tidak diperlukan.
2. Buatlah sebuah layer baru dengan mengklik tombol Create a New Layer pada panel layer. Patikan anda aktif di dalam layer baru tersebut.
3. Tekan kombinasi tombol Alt + Shift+Ctrl+E untuk menggabungkan semua layer yan tampak di layar ke layar baru yang sudah anda buat.
4. Sedangkan untuk menggabungkan semua layer yang ada dalam panel Layers menjadi layer tunggal, pilih menu Layer > Flattten Image.

6. Apa fungsi dari:
a. Drop Shadow : membuat bayangan pada image atau teks yang sedang aktif
b. Inner Shadow : membuat bayangan pada bagian dalam image atau teks
c. Outer Glow : memberikan cahaya pada image atau teks bagian luar
d. Inner Glow : memberikan cahaya pada image atau teks bagian dalam
e. Bevel and Emboss : memberikan efek kotak pada image atau teks
f. Satin : memberikan efek satin pada image atau teks
g. Color Overlay : memberikan warna image atau teks secara menyeluruh
h. Gradient Shadow : memberikan efek cahaya pada sebagian sisi image
i. Pattern Overlay : memberikan efek patern atau corak pada image atau teks
j. Stroke : memberikan efek struktur cahaya pada image atau teks

7. Saudara sebutkan dan jelaskan beberapa efek filter yang digunakan untuk mempercatik dan memperindah tampilan !
1. Blur : memberikan efek blur
2. Sharpen : mencerahkan bagian image
3. Nois : mengurangi bercak-bercak
4. Unshap mask : mengatur brightnes pada bagian yang kita pilih
5. Median nois : mengurangi efek bercak secara halus
6. Gradiant blur : memberikan efek blur pada image
8. Image foto dengan objek orag yang sedang kepanasan dan berkeringat dibwah terik matahari atau memberikan tampilan keringat yang berlebihan dapat dibuat menggunakan beberapa pengaturan pewarrnaan. Saudara sebutkan cara membuat efek tersebut !
Clone stamp untuk mengkopi bagian image yang tidak terkena sinar matahari
Udjusment lavel untuk mengatur pencahayaan pada image
Selective colour untuk mengatur warna atau untuk menyesuaikan warna sinar
Blur untuk memberi efek samar agar tidak terlalu terilihat efek mataharinya

9. Foto yang tampak biasa menggunakan beberapa efek blur dan mode warna dapat menjadi tampak lebih menarik dan mewah. Saudara sebutkan cara membuat tampilan tersebut !
Klik image yang sedang aktif pada lembar kerja
Kemudian pilih filter pada menu toolbar
Pilih gausian blur aktifkan history brushtool
Kemudian aktifkan history sebelumnya
Pilih history brush tool
Atur brush sesuai dengan kebutuhan

10. Saudara sebutkan langkah-langkah untuk memperbaiki foto orang tua yang sudah berkerut menjadi tampak halus kulitnya !
Klik image yang sedang aktif pada lembar kerja
Pilih level pada menu adjusmanta
Atur input level sesuai keinginan anda
Kemudian pilih filter pada menu toolbar
Pilih gausian blur aktifkan history brushtool
Kemudian aktifkan history sebelumnya
Pilih history brush tool
Atur brush sesuai dengan kebutuhan
Hilangkan plag-plag dengan menggunakan patch tool

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: